Surakarta, Merdeka17.id – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu`ti menegaskan bahwa Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan fundamental untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Dilansir dari Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat, Sekretariat Jenderal, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, “Deep learning bukan tren sesaat, tetapi pendekatan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Saya sering mengatakan: ‘deep learning itu bukan treasure, tetapi forever,’” Mendikdasmen Abdul Mu`ti di Surakarta pada Kamis, 21 November 2025 dalam Seminar Internasional Pendidikan 2025 yang diselenggarakan oleh Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Tengah.
Seminar yang mengangkat tema “Pembelajaran Mendalam: Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” dihadiri oleh sekitar seribu peserta yang terdiri atas guru, tenaga kependidikan, pejabat dinas pendidikan dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah dalam rangka memperingati Bulan Guru Nasional.
Ditambahkan, inti Pembelajaran Mendalam bertumpu pada nilai memuliakan yakni memuliakan ilmu, guru, dan murid. “Ketika seseorang mencintai ilmu, ia tidak hanya mengetahui, tetapi mengamalkan. Belajar itu harus mindful, meaningful, dan joyful. Jika sadar, bermakna, dan menggembirakan, murid belajar bukan untuk nilai, tetapi untuk tumbuh,” kata Mendikdasmen Abdul Mu`ti.
Ekosistem Belajar
Sementara itu, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Dirjen GTKPG) Nunuk Suryani menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan dukungan komprehensif melalui pelatihan, webinar tematik, bahan belajar, video implementasi, serta penguatan kelompok kerja bagi para pendidik di seluruh Indonesia.
“Kami memastikan ekosistem belajar berjalan kokoh melalui pelatihan nasional, dukungan sumber belajar, dan kolaborasi kelompok kerja agar praktik Pembelajaran Mendalam dapat diterapkan secara berkelanjutan di sekolah,” kata Nunuk Suryani.
Ia berharap, pendekatan ini dapat terus didukung dan diimplementasikan oleh berbagai pihak termasuk lembaga internasional maupun mitra dunia pendidikan sehingga menjadi fondasi jangka panjang pembangunan pendidikan Indonesia.
Dijelaskan pula, capaian program prioritas Ditjen GTKPG yang konsisten mendukung peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru. Capaian nasional Ditjen GTKPG hingga November 2025 yaitu 1) Tunjangan profesi guru ASND tersalurkan di atas 94 persen atau sekitar Rp62,9 triliun, 2) Pelatihan Pembelajaran Mendalam menjangkau sekitar 67 ribu sekolah dengan keterlibatan peserta di atas 220 ribu orang, 3) Program Koding dan Kecerdasan Artifisial menjangkau lebih dari 50 ribu sekolah, serta 4) PPG Guru Tertentu dan PPG Calon Guru melampaui target dengan.

Momentum Strategis
Di sisi lain, Kepala BBGTK Jawa Tengah Darmadi berharap agar seminar ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat implementasi Pembelajaran Mendalam dan mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. “Kami ucapkan terima kasih atas kehadiran Pak Menteri, Bu Dirjen dan semua pejabat dari Kemendikdasmen yang telah memberikan arahan penguatan. Selamat mengikuti seminar ini, semoga bisa membawa manfaat bagi peserta untuk penguatan Pembelajaran Mendalam,” harap Darmadi.
Dijelaskan, capaian Program Prioritas Nasional dari Provinsi Jawa Tengah, meliputi: 1) Penyaluran tunjangan ASND pada triwulan III – 2025 mencapai lebih dari 99 persen atau sekitar Rp208 miliar, 2) Sebanyak 11 ribu lebih sekolah mengikuti pelatihan Koding dan KA, serta 3) Sebanyak 8 ribu lebih sekolah mengikuti Pelatihan Pembelajaran Mendalam dengan jumlah peserta sebanyak 24.694 orang.***
Pewarta: Iwan Ngadiman

