Manado, Merdeka17.id – Kondisi fisik billboard CORNER yang dipasang di atas kanopi di Kompleks Bahu Mall, Kecamatan Malalayang, Kota Manado seharusnya sesuai standar, yakni: aman, kokoh, dan terawat.
Ambruknya billboard CORNER tersebut pada Jum’at, 19 September 2025 pukul 13.15. WITA yang menimpa mobil DB 1086 GT namun karena mujizat Tuhan pengemudinya Aipda Judy Sampelabi lolos dari maut, diseriusi oleh pakar layanan publik Universitas Sam Ratulangi Dr. Jericho Pombengi, S.Sos., M.Si.
“Jika billboard roboh karena kelalaian, berarti pengelola kurang memenuhi aspek aman, kokoh, dan terawat,” kata Koordinator Program Studi Administrasi Publik FISIP Unsrat Dr. Jericho Pombengi, S.Sos., M.Si.
Sebelumnya, sempat dikomentari pengunjung bahwa ambruknya kanopi tersebut maka diduga pembuatannya hanya asal jadi saja. “Inilah akibatnya, baru ditiup angin saja, sudah ambruk. Untung tidak sampai merenggut nyawa orang lain.”
Ditegaskan, pengelola billboard CORNER harus memberikan pelayanan publik yang handal, cepat, pasti, empatik, dan memiliki bukti nyata. “Jika salah satu dimensi diabaikan, misalnya tidak ada empati atau tanggung jawab nyata, maka kepuasan dan kepercayaan publik akan menurun drastis,” kata Jericho Pombengi memperingatkan.
Diapun merinci penanganan pelayanan publik yang dimaksud adalah: sigap merespon keluhan dan kebutuhan masyarakat, menyediakan mekanisme klaim kerugian, dan tidak boleh lambat atau berbelit-belit. Masyarakat butuh kepastian bahwa hak mereka akan dipulihkan.
“Pengelola wajib menunjukkan kehandalan dengan bertindak cepat dan tepat menangani kejadian. Segera mengevakuasi, mencatat kerugian, menghubungi pemilik mobil, serta menyelesaikan ganti rugi,” pungkas Jericho Pombengi pagi ini.***
Pewarta: Iwan Ngadiman

