Manado, Merdeka17.id – Implementasi kebijakan Kemdikdasmen tentang 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) yang meliputi bangun pagi, berdoa, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta istirahat cepat, menurut Kepala Sekolah SD Inpres 03 Paniki Bawah Manado Markus Darimin, tidak lepas dari peran guru dan orang tua.
Saat ditemui pada Jum’at, 07 Februari 2025 Markus Darimin mengatakan bahwa selama di sekolah, guru bertanggung jawab penuh terhadap peserta didik sedangkan di rumah adalah orang tua.

Itulah sebabnya mengapa guru punya tangung jawab yang tidak mudah. “Ingat, orang tua mempercayakan anaknya kepada pihak sekolah untuk dididik. Makanya seorang guru diminta tidak asal-asalan dalam mengajar,” kata Markus Darimin dengan nada serius.
Menurutnya, 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) itu, sebenarnya, bukan hal baru lagi karena sudah sering diterapkan dan dilakukan. Hanya saja, saat ini makin dimaksimalkan dalam upaya pembentukan karakter serta kecerdasan anak didik.
“Saat di rumah perlu pengawasan orang tua agar anak-anak tidur cepat di waktu malam dan bisa bangun pagi keesokan harinya. Masing-masing wali kelas juga ikut mengawasi langsung lewat group WA.”
Begitu juga di setiap apel pagi dicek lagi kepada siswa tentang penerapan kebiasaan baik saat di rumah. Meski begitu masih saja ada siswa yang terlambat dengan berbagai alasan. Walaupun begitu, Markus Darimin tetap konsisten menerapkan disiplin ke guru dan siswa.
“Pukul 07.00 WITA, gerbang sekolah dikunci. Yang terlambat, baik guru maupun siswa, menunggu di luar,” tegasnya.
Baginya, penegakan disiplin tidak pandang bulu. “Guru harus menjadi teladan. Bagaimana ia mau mengajari siswa jangan terlambat, kalau dia sendiri terlambat?” kata Markus Darimin yang mengaku bahwa dirinya harus menjadi teladan juga terhadap para guru.
Terkait SAIH (Senam Anak Indonesia Hebat), dia mengaku bahwa sebagian besar anak sudah menguasainya. Pelaksanaannya, 2-3 kali seminggu. Tentang menyanyikan lagu-lagu nasional dan Indonesia Raya, dilaksanakan setiap hari. “Hal ini untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta akan Tanah Air Indonesia,” pungkasnya.***
Kontributor: Meldi Sahensolar
Editor: Iwan Ngadiman

