“Sambil kami mencari kondisi detail juga kami akan koordinasi dengan Kemendikdasmen terutama untuk penanganan GTK jika terdampak.”
Arianto Batara, Kepala BGTK Provinsi Sulut.
Manado, Merdeka17.id – Gempa dengan kekuatan 7,8 M (magnitudo) dirasakan oleh masyarakat Provinsi Sulawesi Utara, terjadi pada Senin, 8 Juni 2026, pukul 07.37 WITA atau waktu (UTC) 7 Juni 2026, pukul 23:37:40 (UTC). UTC adalah singkatan dari Coordinated Universal Time (Waktu Universal Terkoordinasi).
Informasi yang berhasil dihimpun media ini, mengutip dari AI Data Analyst Prof. Dr. Fabian J. Manoppo menyebutkan koordinat gempa di 5.600°N 125.065°E atau di 24 km of Burias, Philippines, kedalaman 35 km (gempa menengah), di mana data dikutip dari USGS Earthquake Hazards Program earthquake.usgs.gov.

Disebutkan, jenis gempa adalah tektonik (subduksi Laut Filipina), di mana lempeng Laut Filipina menunjam ke bawah lempeng Eurasia/Sunda.
Gubernur Sulut Antisipasi
Setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini dan menetapkan sejumlah wilayah di Sulawesi Utara masuk dalam status “Siaga” dan “Waspada”, Gubernur Sulut Yulius Selvanus pun segera menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah kabupaten kota setempat untuk melakukan langkah antisipasi.

Kerusakan di SDN Matutuang
Mengutip informasi dari WhatsApp Group “Sekber SPAB Sulawesi Utara” akibat gempa itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara menyebutkan bahwa SD Negeri Matutuang, yang terletak di Pulau Matutuang, Kecamatan Kepulauan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara mengalami beberapa kerusakan. Hingga berita ini dipublikasikan (15.13 WITA) belum ada laporan korban jiwa ataupun luka-luka terkena reruntuhan plafon.
Jika ditarik garis lurus maka jarak antara Pulau Matutuang (Sulawesi Utara, Indonesia) dengan Pulau Burias (Filipina) sekitar 1.150kilometer atau setara dengan 620 mil laut.

Koordinasi
Kepala BPMP Provinsi Sulut Febry H.J. Dien yang dimintai tanggapannya via WhatsApp (13.48 WITA) terkait kerusakan fisik di SD Negeri Matutuang, di Pulau Matutuang, Kecamatan Kepulauan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe, masih akan mengecek detailnya. “Kita cek dulu,” tulisnya.
Sementara itu, Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Sulawesi Utara Arianto Batara yang dimintai tanggapannya (13.51 WITA) terkait guru, tenaga kependidikan, dan murid jika ada yang terdampak menjelaskan bahwa akan mengecek ke Dinas Pendidikan setempat. “Sambil kami mencari kondisi detail juga kami akan koordinasi dengan Kemendikdasmen terutama untuk penanganan GTK jika terdampak,” tulis Arianto Batara di WhatsApp.***
Pewarta: Iwan Ngadiman

