Jakarta, Merdeka17.id – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan bahwa layanan pendidikan di wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terus diupayakan tetap berjalan di tengah proses rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah.
Hal itu disampaikan Mendikdasmen Abdul Mu’ti dalam koordinasi lintas kementerian dan lembaga, yakni Rapat Koordinasi Satuan Tugas (satgas) Penanganan Bencana yang dihadiri kementerian terkait, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan di Gedung DPR RI pada Senin, 25 Mei 2026.

Siaran Pers Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat, Sekretariat Jenderal, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menuliskan, dari total 4.922 satuan pendidikan terdampak, seluruh sekolah saat ini sudah kembali melaksanakan pembelajaran. Sebanyak 4.828 sekolah telah belajar di sekolah asal, sementara sebagian lainnya masih menggunakan kelas darurat, tenda belajar, maupun menumpang di fasilitas publik lainnya.
“Yang terpenting adalah anak-anak tetap belajar. Pemerintah terus berupaya mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan agar proses pembelajaran dapat kembali berlangsung secara aman dan nyaman,” ujar Menteri Abdul Mu’ti.
Kemendikdasmen juga mencatat sebanyak 3.101 sekolah telah memperoleh bantuan revitalisasi. Dari jumlah tersebut, sebagian besar sudah memasuki tahap pengerjaan fisik, baik melalui swakelola sekolah maupun kerja sama dengan TNI Angkatan Darat untuk percepatan pembangunan sekolah rusak berat dan relokasi sekolah.
Dalam rapat koordinasi tersebut, sejumlah tantangan yang masih dihadapi turut menjadi perhatian bersama, terutama terkait penyediaan lahan relokasi sekolah, akses menuju wilayah terdampak, serta percepatan pembangunan infrastruktur pendukung pembelajaran.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pemulihan pendidikan merupakan bagian penting dari pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, BUMN, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Selain fokus pada pemulihan sarana pendidikan, pemerintah juga memberikan bantuan khusus kepada puluhan ribu guru dan tenaga kependidikan terdampak agar layanan pendidikan tetap berjalan secara optimal selama masa pemulihan.***
Pewarta: Iwan Ngadiman

