Manado, Merdeka17.id – Siswa kelas 11 SMK Swasta Kristen YPKM Manado sedang menjalani PKL (praktik kerja lapang) di sejumlah industri selama 4 bulan. Dunia industri yang dituju disesuaikan dengan kompetensi atau program studi masing-masing.
Kepala Sekolah SMK Swasta Kristen YPKM Manado Tely Lumolos ketika ditemui di kantornya pada Selasa, 18 Februari 2025 mengatakan, masa PKL sebenarnya 6 bulan namun untuk kelas 11 hanya 4 bulan dan sisanya 2 bulan ketika sudah naik ke kelas 12.
Siswa PKL SMK Swasta Kristen YPKM Manado ini dilepas oleh Kepala Sekolah Telly Lumolos pada Selasa, 21 Januari 2025 lalu, disaksikan para Ketua Program Studi dan tenaga pendidikan. Siswa yang ikut PKL ini terdiri dari jurusan Pariwisata, Teknik Jaringan Komputer (TKJ), dan Pelayaran.
Dikatakan, untuk Jurusan Pariwisata, lokasi industri yang dituju adalah Hotel Amaris, Grand Luley, dan Resort Talasa. Untuk Jurusan Teknik Jaringan Komputer (TKJ) di Fendy Komputer, Deo Komputer, dan ITC Manado sedangkan untuk Jurusan Pelayaran di Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Utara, PT. Pelindo, dan Sjahbandaran, serta Bea Cukai.
Telly Lumolos mengingatkan agar para peserta PKL untuk melaksanakan tugas dengan baik, dan harus mampu menyesuaikan dengan lingkungan. “Jika ada yang tidak becus di lapangan maka akan ditarik untuk ikut PKL di sekolah saja,” tegas.
Lebih jauh dijelaskan, SMK Swasta Kristen YPKM Manado fokus pada peningkatan mutu lulusan dengan menjalin kerjasama dengan dunia industri. Siswa akan lebih mengenal dunia industri sehingga kelak langsung diserap atau bisa menciptakan lapangan kerja baru dengan membuka usaha sendiri.
“Tujuan pendidikan vokasi adalah menciptakan SDM yang siap pakai di dunia indutri atau bisa mandiri dalam berusaha,” tutup Telly Lumolos.
Kontributor: Meldi Sahensolar
Editor: Iwan Ngadiman

