Manado, Merdeka17.id – Kepala Sekolah SD Negeri 58 Manado Olga Rori mengatakan bahwa ratusan siswanya telah memiliki Kartu Indentitas Anak (KIA). Hal itu terjadi setelah Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Manado menyambangi sekolah tersebut pada Senin, 17 Februari 2025 untuk pembuatan KIA.
Dijelaskan, SD Negeri 58 Manado memiliki 305 siswa namun hanya 295 siswa yang tercatat dalam Dapodik (Data Pokok Pendidikan). Penyebabnya adalah karena para siswa tersebut belum lengkap administrasi agar bisa tercatat di Dapodik.
Jika belum tercatat dalam Dapodik maka yang rugi adalah pihak sekolah dan siswa itu sendiri karena sulit mendapatkan bantuan seperti PIP (program Indonesia pintar) dan dana BOS. Pada akhir tahun 2024 lalu sebanyak 140 lebih siswa mendapat bantuan PIP.
Pihak sekolah telah mengusulkan hampir semua siswa namun hanya 140 siswa yang terverifikasi oleh Kemdikdasmen. “Sebagian besar naman siswa sudah diusulkan namun baru jumlah itu yang desetujui,” katanya.
Untuk itu, Bendahara K3S (kelompok kegiatan kepala sekolah) Kecamatan Tikala ini pun mengingatkan para orang tua agar menggunakan PIP (program Indonesia pintar) untuk kebutuhan anak seperti seragam sekolah, sepatu, kaos kaki, tas, dan buku tulis.
RKB dan Toilet Rampun
Dijelaskan pula bahwa pembangunan ruang kelas baru dan 6 unit toilet senilai Rp.500 juta yang menggunakan dana alokasi umum (DAU) yang dikerjakan oleh PUPR Kota Manado telah selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan. “Enam toilet baru cukup untuk digunakan oleh 300-an siswa,” katanya.
Menurutnya, gedung baru tersebut akan djadikan perpustakaan, ruang komputer, dan ruang guru. Walaupun begitu, Olga Rori menyatakan bahwa sekolahnya masih kekurangan ruang kelas untuk KBM (kegiatan belajar mengajar) sehingga harus menerapkan sekolah pagi dan siang.***
Kontributor: Meldi Sahensolar
Editor: Iwan Ngadiman

