Merdeka17.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Manado telah bergulir sejak 19 Agustus 2025 lalu. Sekolah mencatat sejumlah dampak positif bagi murid namun menghadapi juga tantangan terkait logistik dan kualitas menu dari penyedia.
Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Manado Riva Alvi Rona Rori, S.Pd., M.Pd., yang ditemui di ruang kerjanya pada Senin, 20 Oktober 2025 menjelaskan bahwa MBG membantu murid lebih hemat karena uang yang biasa dialokasikan untuk jajan makan siang kini bisa dimanfaatkan untuk tabungan.
Selain itu, program ini secara efektif mendorong murid untuk mengonsumsi sayur, meningkatkan asupan gizi, dan secara langsung berdampak positif pada peningkatan fokus belajar mereka di sekolah.
Masalah Distribusi
Namun, Riva Alvi Rona Rori menyoroti masalah dalam sistem distribusi. Ia mengakui adanya kecenderungan murid menjadi sangat bergantung pada MBG. Hal ini menimbulkan masalah ketika makanan tidak terdistribusi seperti yang terjadi beberapa kali.
“Sayangnya konfirmasinya itu pas di hari-H. Kalau dari malam, kami bisa kasih informasi ke grup-grup kelas. Biasanya mereka beberapa kali kasih informasi itu sudah pagi,” jelasnya seraya menambahkan bahwa konfirmasi yang mendadak mempersulit pihak sekolah untuk memberikan informasi yang lebih awal kepada murid.
Edukasi
Menyikapi hal ini, pihak sekolah secara proaktif memberikan edukasi agar murid tidak sepenuhnya bergantung pada MBG. Murid didorong untuk tetap membawa bekal atau uang jajan dari rumah. Jika MBG tersedia, uang jajan tersebut dapat ditabung.
Mengingat SMP Negeri 1 Manado adalah sekolah besar dengan jumlah murid mendekati 2.000 orang, Riva Alvi Rona Rori mengusulkan perlunya dapur khusus di dekat atau di lingkungan sekolah agar distribusi makanan menjadi lebih mudah dan terkontrol. “Kalau mungkin di sekolah, ya lebih gampang kami mau bantu pendistribusiannya. Lebih terkontrol juga,” pungkasnya.***
Kontributor: Vira Emelin Kumaat
Editor: Iwan Ngadiman

