Merdeka17.id – Setelah para pensiunan PNS yang menamakan diri Relawan M17 mendeklarasikan diri pekan lalu untuk memenangkan calon kepala daerah dari Partai Gerindra, khususnya di Kecamatan Pineleng, kini bergerak ke langkah nyata, yakni bagaimana cara memenangkannya?
Langkah awal yang sudah dilakukan adalah turun ke desa-desa mencari informasi sekaligus mendata semua kekuatan baik dari simpatisan Partai Gerindra maupun masyarakat namun belum membuahkan hasil. “Kami juga berkoordinasi dengan PAC Partai Gerindra setempat namun masih nihil,” kata Koordinator M17 Fekie Bertje Karundeng, SS.Tp.
Relawan M17 adalah Fekie Bertje Karundeng, SS.Tp., Drs. Jansen Londa, dan Ir. Iwan J.S. Ngadiman, M.Si. (pengggagas) mencoba cara lain yaitu berdiskusi dengan tokoh yang dianggap mumpuni, yakni dari kalangan akademisi/dosen dan tokoh lainnya, yakni pensiunan PNS Ir. Alvin Pongtuluran, M.Si.
Mengapa Harus Partai Gerindra?
Dalam FGD (Focus Group Discussion) terbatas ini yang dilakukan di markas Relawan M17 di Desa Sea, Kabupaten Minahasa pada Rabu, 07 Agustus 2024 malam, mengangkat kasus/contoh sederhana yang pernah terjadi.
Belajar dari pengalaman lalu, di masa kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey (PDIP), yang menjadi presiden adalah dari PDIP juga. Fakta membuktikan, banyak dana yang dikucurkan oleh pemerintah pusat untuk membiayai pembangunan di Sulawesi Utara dan semuanya berjalan lancar.
Pada saat yang bersamaan di Kabupaten Kepulauan Talaud bupatinya bukan dari PDIP. Apa yang terjadi? Untuk mengetuk palu pengesahan APBD saja harus demo sana-sini.
Inilah kerangka dasar berpikir tim. Kisah ini yang ingin diangkat dan disampaikan ke masyarakat, agar bisa paham tentang situasi politik. Jika masyarakat Sulawesi Utara ingin sejahtera secara nyata maka pilihlah calon kepala daerah (gubernur dan atau bupati/wali kota) yang tegak lurus atau segaris dari pusat hingga ke daerah, yaitu dari Partai Gerindra. “Mumpung presiden terpilihnya berdarah Minahasa. Ketua partai lagi. Manfaatkan,” kata Fekie Bertje Karundeng.
Dari hasil FGD ini maka tim berkesimpulan, “Pilih saja calon yang diusung oleh DPD dan DPC Partai Gerindra, jangan peduli siapa orangnya,” pungkas Fekie Bertje Karundeng.***/01

