Merdeka17.id – Prabowo Subianto Djojohadikusumo lahir di Jakarta pada tanggal 17 Oktober 1951. Ia adalah purnawirawan TNI Angkatan Darat, pengusaha, dan politikus. Ia menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia sejak 20 Oktober 2024, periode 2024-2029.
Pernah menjadi Menteri Pertahanan ke-26 di era Presiden Joko Widodo pada tahun 2019-2024. Presiden ketiga dengan latar belakang militer setelah Soeharto (presiden kedua), dan Susilo Bambang Yudhoyono (presiden keenam). Saat dilantik sebagai presiden, Prabowo Subianto Djojohadikusumo berumur 73 tahun dan merupakan presiden kedelapan.
Prabowo Subianto Djojohadikusumo lulus AKABRI (Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) kini Akademi Militer (Akmil) pada tahun 1974. Bertugas di Kopassus (Komando Pasukan Khusus) selanjutnya diangkat menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) pada 20 Maret 1998. Sebelumnya, ayah mertuanya Presiden Soeharto pernah menjadi Pangkostrad pada 6 Maret 1961 hingga Desember 1965.
Ayah Prabowo bernama Soemitro Djojohadikusumo (1917-2001) berasal dari Gombong, Kebumen. Ia adalah seorang ekonom yang pernah menjabat sebagai Menteri Perekonomian di era Presiden Soekarno, dan Menteri Riset dan Teknologi di era Presiden Soeharto.
Ibunya bernama Dora Marie Sigar (21 September 1921 – 23 Desember 2008) seorang wanita Minahasa asal Langowan, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, dari keluarga Sigar-Maengkom.
Prabowo Subianto Djojohadikusumo memiliki dua kakak perempuan, Bianti Djojohadikusumo yang lahir pada tahun 1946 dan Maryani Djojohadikusumo yang lahir pada tahun 1948, serta seorang adik laki-laki bernama Hashim Djojohadikusumo yang lahir pada tahun 1953.
Prabowo Subianto Djojohadikusumo menikah dengan Siti Hediati Hariyadi (lahir 14 April 1959), lebih dikenal dengan nama Titiek Soeharto–anak keempat dari Presiden Soeharto– dan dikaruniai seorang anak bernama Ragowo Hediprasetyo (Didit). Mereka menikah pada 8 Mei 1983, saat itu usia Prabowo 32 tahun sedangkan Titiek berusia 24 tahun.
Pernikahan mereka yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) diakhiri dengan perpisahan pada tahun 1998. Walaupun begitu, keduanya tetap dekat dan saling mendukung dalam karir politik masing-masing. Keduanya bahkan tidak menikah lagi dengan orang lain hingga kini.*** (dari berbagai sumber)
Pewarta: Iwan Ngadiman

