Menurut sumber, mahasiswa UNSRAT juga akan ambil bagian dalam aksi ini dan sudah berkumpul di depan gereja UNSRAT namun tercium oleh pihak rektorat. “Mereka keburu dibubarkan dan diusir oleh pegawai rektorat,” ujar Boy.
Manado, Merdeka17.id – Lagi, yang memakili masyarakat Sulawesi Utara peduli pendidikan, yakni dari DPD KNPI Sulawesi Utara, civitas akademika UNSRAT melakukan aksi turun ke jalan meminta agar Rektor UNSRAT diadili dan diturunkan dari jabatannya.
Aksi jalan kaki ini dimulai dari patung Robert Wolter Mongisidi dan Piere Tendean, Kelurahan Sario Tumpaan, Kecamatan Sario, Kota Manado hingga ke Polda Sulawesi Utara di Jalan Bethesda. Aksi ini dikawal ketat oleh aparat Polda Sulawesi Utara dan Polsek Sario pada Kamis, 30 April 2026 sekitar pukul 14.00 WITA.
Mereka juga membentang dua spanduk, masing-masing bertuliskan: pertama, “Desak Polda Sulut Segera Tetapkan Tersangka Rektor UNSRAT”, dan kedua, “Kami Rindu Ada Perubahan di Universitas Sam Ratulangi”.
Sementara itu, dari informasi yang beredar, pada saat yang bersamaan Tim dari Inspektorat Jenderal, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sudah beberapa hari sedang melakukan pemeriksaan terkait di UNSRAT.

Diusir
Menurut sumber, mahasiswa UNSRAT juga akan ambil bagian dalam aksi ini dan sudah berkumpul di depan gereja UNSRAT namun tercium oleh pihak rektorat. “Mereka keburu dibubarkan dan diusir oleh pegawai rektorat,” ujar Boy.
Massa kemudian berhenti di depan Mapolda Sulawesi Utara. Disambut Sabhara dan tidak kurang tiga kendaraan taktis Polri disiagakan di depan pintu gerbang. Selama orasi, tampak berlangsung sopan, tertib, aman, dan terkendali.
Turunkan Rektor
Massa kemudian menggelar orasi. “Kapolda Sulawesi Utara untuk membantu kaum pemuda menegakkan keadilan, untuk menetapkan Bapak Rektor Universitas Sam Ratulangi yang sudah semena-menanya melaksanakan praktik-praktik yang tidak patut untuk kita contohi,” ujar koordinator lapangan Yudistira ketika berorasi di pintu gerbang Polda Sulut.
Lanjutnya, “Tegakkan keadilan. Turunkan Rektor UNSRAT!”

Kapolda Bersedia Bertemu
Sementara berorasi, tampak seorang petugas berpakaian preman berbisik di depan wartawan bahwa Kapolda Sulawesi Utara Roycke Harry Langie bersedia bertemu dengan perwakilan orang-orang kritis di bidang pendidikan.
Oleh petugas, diatur sebanyak 15 orang perwakilan, baik dari DPD KNPI Sulawesi Utara dan civitas akademika UNSRAT.***
Pewarta: Iwan Ngadiman

